Akai Hana
Home
Beranda
Kamis, 22 November 2012
JENIS KATA DALAM BAHASA JEPANG
JENIS KATA DALAM BAHASA JEPANG (
語彙
(
ごい
)
―_
Goi)
Goi merupakan sebuah elemen dasar dalam kebahasaan yang harus dikuasai untuk menunjang kelancaran Dalam berbahasa Jepang baik dalm ragam tulisan maupun lisan. Yuriko
(1983:3)
Mengungkapkan bahwa goi diperlukan oleh para pembelajar bahasa jepang untuk mengkomunikasikan ide. perlu dipahami definisi goi itu sendiri sering tumpah tanduh dengan tango, padalah keduanya memiliki konsep yang berbeda Shimura(1998) mengungkapkan bahwa tango merupakan satuan terkecil dalam
bahasa jepang yang memiliki arti dan fungsi secara gramatikal,sedangkan goi ialah keseluruhan kata (tango) berkenaan dengan suatu bahasa yang ada didalmnya. berdasarkan karakteristik gramatikalnya , goi dikelompokan kedalam beberapa jenis antara lain:
Ø
Doshi (verba/kata kerja)
Ø
Keiyoshi (kata sifat)
Ø
Meishi (nomina)
Ø
Retaishi (pronomina)
Ø
Fukushi (adverbia)
Ø
Kandoshi (interjeksi)
Ø
Setsuzokushi (konjungsi)
Ø
Jodooshi (verba bantu)
Ø
Joshi (partikel)
Namun pada kesempatan ini yang akan dinahas hanya menyangkut dooshi, keiyooshi, meishi dan rentaishi sebagai pokok yang sering dijumpai dalam percakapan sederhana bahasa jepang sehari-hari.
A.
Dooshi
Dooshi merupakan kelompok kata yang menyatakan aktivitas, keberadaan dan keadaan tertentu, ada tiga jenis dooshi diantaranya:
1.
Jidooshi (intrasitif)
Jidooshi merupakan kelompok kata kerja yang tidak membutuhkan objek.
Contoh
:
Iku
‘pergi”
Deru
‘keluar”
2.
Tadooshi
Tadooshi merupakan kata kerja yang membutuhkan objek.
Contoh:
Okosu
‘membangunkan”
Dasu
‘mengeluarkan”
3.
Shodooshi
Mieru
‘terlihat”
Ikeru
‘dapat pergi”
Selain pengelompokan kata kerja dia atas Tomita (1995:40) juga mengelompokan kata kerja Bahasa Jepang kedalm tiga golongan , yaitu:
1.
Kata Kerja Golongan Satu (goodan dooshi)
Kata kerja golongan satu merupakan kata kerja dalam bentuk kamus yang memiliki akhiran suku kata “u, ku,gu,su,tsu,nu,bu,mu,ru.
Contoh :
Arau
‘mencuci”
Kiku
‘mendengar”
Oyogu
‘berenang”
Hanasu
‘berbicara”
Motsu
‘membawa”
Shinu
‘mati”
Korobu
‘jatuh”
Nomu
‘minum”
Perubahan kata kerja golongan satu dari jidooshi (kata kerja bentuk kamus) kebentuk masu dapat dilakukan dengan menambahkan akhiran ‘i’ sebelum “masu”.
Contoh :
Kaku – kaki – kakimasu (menulis)
Nomu – nomi – nomimasu (minum)
2.
Kata kerja Golongan Dua (ichidan dooshi)
Kata kerja golongan dua ichidan dooshi merupakan kata kerja dalam bentuk kamus yang mempunyai akhiran suku kata “iru dan eru”
Contoh :
Taberu
‘makan”
Shimeru
‘tutup”
Miru
‘melihat”
Perubhan kata kerja golongan du kedalam bentuk –masu, hanya dengan menambahkan –masu pada akhiran suklu kata.
Contoh :
Tabe- tabemasu
‘makan”
Shime- shimemasu
‘tutup”
Mi – mimasu
‘melihat”
3.
Kata kerja golongan tiga (henkaku dooshi)
Kata kerja ini merupakan kata kerja istimewa, sebab dalam konjungsinya berbeda dengan perubhan suara yang dialami kata kerja golongan satu dan dua. Dalam perkembangannya kata kerja ini sering dipakai bersama kata benda maupun kata kerja bentuk –te .
µ
Kata benda (meishi) + suru
Contoh :
Benkyou suru
‘belajar”
Kekkon suru
‘menikah”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar